Senin, 15 November 2010

Day #1: Si Pembohong

Kenalalkan, si pembohong.. Suka berbohong.
Si pembohong pura-pura kuat.
Pura-pura mengerti apa yang kau katakan.
Supaya kau pergi dengan tidak membawa beban yang banyak.
Si pembohong hanya menyusahkanmu saja kan?
Buktinya kau ingin meninggalkannnya.

Si pembohong ingin teriak. Sejujurnya si pembohong tidak pernah mengerti.
Apa itu rasa sayang kalau tidak untuk bersama?
Apa itu cinta tidak harus memiliki?
Si pembohong ingin memelukmu dan menangis kencang-kencang supaya kau tidak pergi dan tetap ada di sampingnya.
Si pembohong yang sebenarnya kekanak-kanakan.
Si pembohong bohong dengan senyum dan mengatakan, pergilah jika kau ingin. Si pembohong baik-baik saja. Jika kau bahagia, maka ia juga.

Si pembohong bohong.

Sadarkah kau?
Pagi, siang, sore si pembohong tersenyum tertawa-tawa.
Malam hari si pembohong menangis pelan-pelan.
Sendirian menghabiskan waktu. Berharap hari esok cepat datang.
Begitu seterusnya.
Berusaha terlihat baik-baik saja karena mungkin dengan begitu hal itu bisa sungguh-sungguh terjadi.
Padahal si pembohong lelah. Butuh penopang. Butuh tempat bersandar.

Si pembohong ingin supaya langkahmu tetap tegas, pergi jauh jangan menoleh lagi padanya. Si pembohong tahu kau pun bimbang. Kau takut dan khawatir dengan keadaan si pembohong. Apakah si pembohong baik-baik saja.
Dengan hebatnya, si pembohong menggunakan tenaganya untuk berbohong. Meyakinkanmu. Supaya langkahmu mantap. Jiwa si pembohong meronta-ronta tidak bisa jauh-jauh dari kau.

Si pembohong hanya tidak mau kau tahu, kalau ia itu rentan dan lemah.
Si pembohong tidak mau kau tahu kalau tiap detik bahkan di pikirannya entah kenapa selalu kau yang melintas, sekeras apapun usahanya untuk menepisnya.
Si pembohong tidak mau kau tahu kalau setiap hari ia berdoa dalam diam agar kau bahagia dan menemukan apa yang kau cari.
Si pembohong tidak mau kau tahu sebenarnya ia masih suka cemburu, masih suka iri, kalau kau dekat-dekat perempuan lain. Si pembohong tidak hanya pembohong, tapi juga pencemburu.
Si pembohong tidak mau kau tahu kalau ia kadang suka berkhayal. Berkhayal tiba-tiba kau ada di depan rumahnya,seperti malam itu. Membawa banyak cinta untuknya.

Si pembohong ini suka berbohong.
Lalu apa bedanya dengan kau?
Ah iya, kau tidak pernah bohong padanya. Meskipun kau hanya memberi sedikit, si pembohong tersentuh dengan ketulusan hatimu. Selamat untukmu.
Si pembohong ini hanya menginginkan sedikit kejujuran yang pernah ada dalam hidupnya yang penuh kebohongan.
Si pembohong ini sudah lelah. Orang-orang bilang sayang padanya, tapi akhirnya meninggalkannya dan memilih bersama orang lain.
Si pembohong lelah terus menerus melakukan kebohongan, untuk menjaga orang-orang di sekelilingnya supaya tetap mau berada di dekatnya.
Kau, kejujuran itu, cintamu, dan waktumu yang sedikit, sangat berarti bagi si pembohong. Apakah itu bagian dari kebohongan untuk si pembohong juga?
Si pembohong lupa apa itu dan bagaimana caranya jujur..

4 komentar:

Unknown mengatakan...

aku suka ini :)

namoon mengatakan...

makasi :*

nanajingga mengatakan...

aku juga suka :)

namoon mengatakan...

makasi juga buat kamu :*