Minggu, 31 Oktober 2010

Ini Tentang Bengong


Saya lupa sejak kapan tepatnya saya suka bengong. Namun, saya memutuskan untuk menjadikan bengong sebagai salah satu aktivitas favorit saya sejak saya duduk di bangku SMA.

Teman saya, yang bernama Ferin, yang menulari saya kecintaan pada kebiasaan bengong. Dia mengajari saya bagaimana bengong yang benar versinya. "Lihat pada satu titik, fokus, dan kosong. Jangan memikirkan apa-apa", begitu katanya. Sejak saat itu saya sangat menikmati bengong. Kami banyak menghabiskan waktu untuk bengong bersama. Duduk di belakang gedung sekolah yang sepi setelah jam pelajaran, sibuk dengan kekosongan masing-masing, menghabiskan waktu dalam diam, tanpa ada satu pun teman kami yang lain tahu atau bahkan mengerti.

Semakin kesini, saya semakin tidak mau menghilangkan kebiasaan bengong saya. Sangat membantu disaat penat setelah melewati seharian hiruk pikuknya dunia. Melepaskan emosi-emosi yang memang perlu dilepaskan. Meyerap yang tidak bisa diserap lewat cara lain. Protes berdatangan. "Bengong terus kamu kerjaannya". Itu yang sering saya dengar. Tapi, maaf.. Maaf.. Bengong sudah menjadi bagian dari diri saya. Seperti memberikan makanan berupa me time bagi diri saya.

Mungkin suatu saat kamu akan menemukan saya, dengan kebengongan saya. Bersabarlah saja..

Tidak ada komentar: