kemaren aku nemu penggalan kalimat ini di buku 'Sirkus Emosi'..
Untuk Sesuatu yang Bernama Kenangan
oleh: Rima Olivia
Sekali waktu kau muncul tiba-tiba. “Aku kangen padamu.”
Buat apa? Apakah kangenmu bisa bikin luka di hatiku yang tercoak mengering? Barangkali kau cuma ingin membebaskan jiwamu yang gemar berlaku liar itu. Jiwamu tak sanggup hanya berteman dengan satu jiwa, jiwamu adalah milik seluruh jiwa lain yang kau kenal.
Tampaknya aku memang tak pernah bisa benar-benar kenal kau. Kau adalah jiwa bebas yang tak bisa dikekang. Kau adalah keresahanmu yang kau nikmati sebagai dirimu sendiri. Aku cuma sepotong jiwa yang kebetulan membuatmu tersandung dalam pengembaraanmu mencari kebebasan. Aku terlalu bodoh jika menyangka aku dapat mencintaimu. Mencintaimu berarti bunuh diri. Mencintaimu adalah perbuatan bodoh yang sia-sia seperti memberangus macan dengan sehelai benang.
Dan kangenmu itu cuma bisa kujawab dengan, “Aku juga.” Sebelum kau terbang lagi meninggalkan ruang hampa milikmu disini.
dan betapa gue mencintai lo, dengan sedikit hati gue yang telah lo pilih (Nirmala, 2010).
aku udah izin mengutip ya dian, hehe ;)
Untuk Sesuatu yang Bernama Kenangan
oleh: Rima Olivia
Sekali waktu kau muncul tiba-tiba. “Aku kangen padamu.”
Buat apa? Apakah kangenmu bisa bikin luka di hatiku yang tercoak mengering? Barangkali kau cuma ingin membebaskan jiwamu yang gemar berlaku liar itu. Jiwamu tak sanggup hanya berteman dengan satu jiwa, jiwamu adalah milik seluruh jiwa lain yang kau kenal.
Tampaknya aku memang tak pernah bisa benar-benar kenal kau. Kau adalah jiwa bebas yang tak bisa dikekang. Kau adalah keresahanmu yang kau nikmati sebagai dirimu sendiri. Aku cuma sepotong jiwa yang kebetulan membuatmu tersandung dalam pengembaraanmu mencari kebebasan. Aku terlalu bodoh jika menyangka aku dapat mencintaimu. Mencintaimu berarti bunuh diri. Mencintaimu adalah perbuatan bodoh yang sia-sia seperti memberangus macan dengan sehelai benang.
Dan kangenmu itu cuma bisa kujawab dengan, “Aku juga.” Sebelum kau terbang lagi meninggalkan ruang hampa milikmu disini.
dan betapa gue mencintai lo, dengan sedikit hati gue yang telah lo pilih (Nirmala, 2010).
aku udah izin mengutip ya dian, hehe ;)
5 komentar:
hadeehhh.... itu kok keren banget sih yang nulisnyaa... dalem bangetttt!!! :')
yang mana yang keren, si olivia apa si nirmala? bhahahaha...
nice entry namyuuuun.. touchy :)
cuma copas2 aja kok, chie.. tengkyu :)
si olivianya laaaahhh!!!hahahahah... kalo si nirmala kan masih belajar.. hihii..
Posting Komentar