Jumat, 25 September 2009

idul fitri 1430H

Lebaran kali ini ada yang beda. Suasana di desa wilanagara, kuningan, tempat biasanya keluargaku dan aku menghabiskan waktu lebaran, jadi jauh lebih sepi. Bukan karena di desa itu tidak ada penduduknya lagi dan bukan karena tidak ada anak-anak kecil yang biasa bermain setiap sore, melainkan karena lebaran kali ini Embu tidak ada di tengah-tengah kami.

Tidak ada sosok yang biasanya sibuk membuat ketupat dan opor ayam di dapur, tidak ada lagi yang terbalik-balik memanggil nama paman dan bibiku, tidak ada lagi yang mencereweti Abah-kakekku, tidak ada Embu yang menemaniku tidur dan menceritakan kisah-kisah pada saudara-saudara sepupuku yang lain. Tidak ada..

Meskipun tidak ada Embu, bukan berarti aku tidak mengingatnya. Semua kenangan tentang embu tidak mungkin aku lupakan. Sungguh tidak disangka kalau lebaran kali ini aku tidak bisa melewatkannya bersama Embu. You don’t know what you got till it’s gone. Yah, ketika disadarkan dengan kenyataan ini, aku merasa amat merindukan Embu..

Rest peacefully my dear grandma

Tidak ada komentar: